Jumat, November 13, 2009

SEJARAH SISTEM KERETA REL LISTRIK DI INDONESIA

Alhamdulillah berkat doa pembaca blog ini, penulis bisa melanjutkan bercerita dan berbagi pengetahuan, khususnya sesuai dengan bidang pengetahuan yang penulis lakukan sejak 18 tahun yang lalu. Mudah2an ini bermanfaat bagi semua orang, mulai dari yang sedang Kuliah, Skripsi dan orang-orang yang berhubungan dengan KERETA API.


Transportasi dengan menggunakan kereta api di Indonesia memiliki sejarah panjang. Telah kita ketahui telah dimulai dari masa kekuasaan kolonial Belanda, yaitu masa Pemerintahan Gubernur jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J. Baron Sloet Van Den Beele di desa Kemijen tanggal 17 Juni 1864 yang dinamai " Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indishe Spoorweg Maatschappij-NV.NISM". Pembangunan Jalan Kereta Api antara Kemijen-Tanggung serta dilanjutkan pada tanggal 10 Februari 1870 dibangun Jalan Kereta Api antara Semarang-Surakarta sepanjang 110 Km.




Setelah itu pengembangan Jalan Kereta Api dilakukan di Aceh tahun 1874, Sumatra Utara 1886, Sumatra Barat tahun 1891, Sumatra Selatan tahun 1914 dan Sulawesi tahun 1922 antara Makasar-Takalar.



Setelah itu di tahun 1925/1926 dibangun sistem Kereta Listrik Pertama di Indonesia dengan sistem DC (Direct Current) 1500 Vdc di tiga lintasan yang meliputi :
  • Lintasan Jakarta Kota-Gambir-Manggarai-Jatinegera.
  • Lintasan Jakarta Kota-Kemayoran-Pasar Senin-Jatinegara.
  • Lintasan Jakarta Kota-Ancol-Tanjung Priok.

Sistem elektrifikasi/Catenary Line di tiga lintasan tersebut dicatu dari gardu traksi/Substation dari sistem konfigurasi Motor dengan Generator buatan General Elektric di dua lokasi yaitu di :
  • Jatinegara
  • Ancol
Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan pengembangan transportasi Kereta Api Listri di wilayah JABOTABEK, akhirnya tahun 1929 dibangun Lintasan baru yaitu Manggarai-Depok dan Bogor dan dilakukan elektrifikasi dengan dibangunnya Gardu Traksi di Depok dan Kedungbadak dengan menggunakan telnologi air raksa buatan BBC sebagai Penyearah (Rectifier).




Setelah masa kolonial Belanda berakhir, di tahun 1977-1982 dilakukan penambahan dan penggantian teknologi pada gardu traksi dengan sistem penyearah Silicon Rectifier buatan Meidensha (Jepang). Lokasi Gardu Traksi yang dibangun dan dirubah sistem penyearahnya adalah :
  • Gardu Traksi Jatinegara
  • Gardu Traksi Ancol
  • Gardu Traksi Depok
  • Gardu Traksi kedungbadak
  • Gardu Traksi Gambir
  • Gardu Traksi Pasar Minggu
  • Gardu Traksi Bojong Gede.
Pengembangan sistem kereta listrik dilanjutkan di tahun 1983-1987, yaitu dengan dibangunnya Jalur Kereta Listrik baru yang melalui Manggarai-Tanah Abang-Duri- Jakarta Kota dengan dicatu dari gardu traksi dengan sistem teknologi Silicon Rectifier yang dibangun di :
  • Gardu Traksi Karet
  • Gardu Traksi Duri
  • Gardu Traksi Jakarta Kota


Dengan meningkatnya frekuensi KRL dan semakin pendeknya Headway, dilakukan pembangunan Jalan Layang Kereta Api antara Jakarta Kota-Gambir-Manggarai dengan dilengkapi sistem kereta listrik/catenary line di tahun 1991 dengan menambah gardu traksi baru yang menggunakan teknologi Silicon Rectifier dari Meidensha Jepang di lokasi :
  • Gardu Traksi Sawah Besar
  • Gardu Traksi Gondangdia
Di tahun yang sama juga dilakukan pengembangan frekeuensi KA ke arah Depok dari Manggarai , Jatinegara-Bekasi dan Tanah Abang-Serpong. Untuk itu dibangun gardu traksi dengan teknologi yang sama di :

Lintasan Manggarai - Bogor
  • Gardu Traksi Duren Kalibata
  • Gardu Traksi Tanjung Barat
  • Gardu Traksi Universitas Indonesia.
Sedangkan di Lintasan Jatinegara-Bekasi, teknologi yang digunakan GEC Alsthom (Perancis).
  • Gardu Traksi Jatinegara
  • Gardu Traksi Kranji.
Lintasan Tanah abang-Serpong dengan teknologi GEC Alsthom (Perancis)
  • Gardu Traksi Karet
  • Gardu Traksi Limo
  • Gardu Traksi Jurang Mangu
  • Gardu Traksi Serpong.
Lintasan Depok - Bogor yang dibangun tahun 1995-1996, dengan teknologi Siemens (Jerman) di lokasi :
  • Gardu Traksi Citayam
  • Gardu Traksi Cilebut
  • Gardu Traksi Kedung badak.
Lintasan Duri - Tanggerang yang dibangun tahun 1997, dengan teknologi Siemens (Jerman) di lokasi :
  • Gardu Traksi Duri
  • Gardu Traksi Grogol
  • Gardu Traksi Bojong Indah
  • Gardu Traksi Kalideres
  • Gardu Traksi Tangerang



Dalam kaitannya dengan Jaringan Kereta Listrik, sistem jaringan listrik aliran atas yang digunakan adalah sistem kawat kontak tunggal (Single Trolley) dan kawat kontak ganda (Double Trolley). Jaringan listrik aliran atas ini yang umum kita sebut Overhead Contact Wire digunakan sebagai kontak antara pantograph yang ada di atas gerbong rangkaian Kereta Listrik dengan catu daya yang di catu dari Gardu Traksi yang telah di rubah menjadi 1500 Vdc.

Dalam kesempatan lain akan diterangkan mengenai sistim kereta listrik dan bagaimana peralatan pendukung yang dibutuhkan mulai dari Sumber Daya Utama PLN dan Gardu Traksi yang telah di searahkan sehingga menggerakan motor traksi yang ada di Rangkaian Kereta Listrik.

sampai jumpa...............

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Halo Saya pengguna kereta komuter kota-tanggerang, ketika krl lewat jebatan dekat st.duri (sebelah utara roxi) saya sering mengalami mati lampu mendadak, di tempat itu ada tulisan "NETRAL AREA"
Kira2 maksud dari netral itu apa ya? Mohon pencerahanya...

PEMBANGUNAN JALUR GANDA ANTARA STASIUN PURWOKERTO-STASIUN KROYA.

Revitalisasi pekeretaapian merupakan program yang dicanangkan sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat...