Al Baqarah 269
Alloh memberikan Hikmat kebijaksanaan (ilmu yang berguna) kepada siapa yang dikehendakiNya dan siapa yang diberikan hikmat itu maka sesungguhnya dia telah diberikan kebaikan yang banyak. Dan tiadalah yang dapat mengambil pengajaran (dan peringatan) melainkan orang-orang yang menggunakan akal fikirannya.

Hadist Nabi :

Pergunakanlah kesempatan lima (perkara) sebelum (datangnya) lima (perkara):

1. Waktu hidupmu sebelum matimu,

2. Waktu sehatmu sebelum sakitmu,

3. Waktu luangmu sebelum sibukmu,

4. Waktu mudamu sebelum tuamu dan

5. Waktu kayamu sebelum kefakiranmu.


Rabu, Juni 17, 2009

KADERISASI

Rasanya tak berlebihan kalau dikatakan, salah satu kesuksesan kepemimpinan tergantung pada keberhasilan melakukan kaderisasi. Karena itu, kaderisasi lalu menjadi amat penting bagi kelangsungan proses kepemimpinan. Ia memiliki makna mempersiapkan, menawarkan gagasan, dan mengajak orang lain untuk menjadi seperti yang kita inginkan.

Kaderisasi umat secara umum diartikan sebagai usaha mempersiapkan calon-calon pemimpin hari esok yang tangguh dalam mempertahankan dan mengembangkan identitas khairu ummah, umat terbaik. Ini sesuai dengan seruan Allah dalam surah Ali Imran 110.

Secara khusus kaderisasi itu bermakna mempersiapkan kader-kader thaifah mutafaqqih fiddin, sekelompok umat yang mengerti agamanya yang sekaligus memiliki jiwa agama. Mereka mengemban misi indzarul qaum, memberi peringatan dan membina umat (surah at-Taubah 123).

Memperhatikan realitas yang ada, secara garis besar para kader umat dapat dibagi menjadi dua. Pertama, ulama (baca: ilmuwan, pemikir, intelektual, penulis, pengamat sosial, dan lain-lain). Kedua, praktisi (baca: pemuka masyarakat, pekerja sosial, pemimpin lembaga-lembaga pendidikan, politik, sosial, ekonomi, dan seterusnya).

Kelompok pertama melakukan pembinaan umat pada umumnya melalui penyajian konsepsi atau hal-hal yang bersifat teoritis daripada hal-hal yang bersifat praktek di lapangan. Sedang kelompok kedua, melakukan tugas-tugas praktek di lapangan yang menyentuh langsung kepentingan umat. Mereka terjun langsung membimbing dan mengarahkan umat.

Dalam menjalankan tugasnya mereka hendaknya berpedoman kepada kepemimpinan Rasulullah sebagaimana termaktub dalam surah at-Taubah 120, yaitu: merakyat, rendah hati, tawadluk; memiliki kepekaan sosial, kepedulian terhadap masalah-masalah umat dan cepat tanggap terhadap segala penderitaan mereka ('azizun 'alaihi ma 'anittum); memiliki wawasan yang luas, tidak mudah puas dengan hasil yang dicapai (harisun 'alaikum); memiliki solidaritas yang tinggi, lemah lembut dan kasih sayang kepada umat (bil mukminiina roufurrahim).

Sebagai kelompok yang di tangannya tergantung keberhasilan kaderisasi umat, maka mereka harus mampu menciptakan iklim kondusif bagi terlaksananya kaderisasi dengan baik; pemantauan terhadap bibit-bibit unggul; dan menanamkan rasa percaya diri dan tanggungjawab yang besar. Dari sinilah barangkali suksesi dan kaderisasi umat dapat diukur.

Bagaimana dengan kaderisasi di tingkat perusahaan?
Sangat penting juga kaderisasi di perusahaan, bagaimana perusahaan akan tetap kuat kalau kaderisasi tidak berjalan dengan baik. Seorang pimpinan yang berfikir sesaat hanya memikirkan kepentingan pribadi sehingga tidak berani membuat suatu kaderisasi, ada satu kekhawatiran orang yang dikaderisasi akan melampauinya. Akan tetapi seorang pemimpin yang berfikir perusahaan, akan membuat kaderisasi sebanyak mungkin, mereka tidak mempunyai rasa khawatir akan disingkirkan, karena yang dia harapkan adalah ilmu yang bermanfaat.

Bagaimana Caranya?
Cara-cara kaderisasi telah umum disampaikan dalam seminar2, training dan sebagainya.
Salahsatunya :
Berikan apa yang kita punyai untuk disampaikan segera, berbagi pengalaman, ilmu dan narasumber. Lakukan inhouse training sebanyak mungkin, kalau perlu external training melalui lembaga2 yang kompeten

Kapan dimulainya?
Now!!!! tidak ada kata terlambat.

Tidak ada komentar:

TEMPAT PROMOSI (PROMOTION SPACE)

Photobucket
2. 8.