Senin, November 08, 2010

TETRA IN INDONESIA

image0021
TETRA moving forward in Indonesia, Jakarta
8th November 2010 in Intercontinental Jakarta Mid Plaza, Indonesia
Agenda Seminar dan Kongres yang dilakukan pada hari Senin, tgl 8 November 2010 sebagai berikut :
1.    Pembukaan
Yang dilakukan oleh CEO, The TETRA Asoociation, Mr. Phil Kidner admin@tetra-association.com
  • "TETRA News is designed to give you a brief update of what is currently happening in the TETRA world", TETRA is now deployed in over 114 countries so we cannot include everything. You can always find out further information by visiting our website at http://www.tetra-association.com/.
2.Seminar kesatu :
 A TETRA update, yang disampaikan oleh Mr. Roger Dowling;
3.  Seminar kedua :
The architecture of a true IP mission critical TETRA system, yang disampaikan oleh Mr. Oliver Werning;
4.  Seminar ketiga :
Ensuring a safe and effective Metro Rail Operation : How TETRA can help?, yang disampaikan oleh Mr.    Oka   Putra.
5. Seminar keempat :
Advantage of a Distributed Soft Switch TETRA network architecture, yang disampaikan oleh Mr. Animesh Basu;
6. Seminar kelima :
Optimising TETRA for SCADA and Telemetry, yang disampaikan oleh Mr. Michael Piciorgros;
7. Seminar keenam :
TETRA data applications, yang disampaikan oleh Mr. Tuomas Korpilahti;
8. Seminar ketujuh :
Integration of TETRA with complementary technologies, yang disampaikan oleh Mr. Peter Clemons;
9. Seminar kedelapan :
Broadband features on a TETRA PMR network, yang disampaikan oleh Mr. Sebastian Sabatier;
10. Penutupan dan Exhibition, tentang TETRA in Indonesia.

Kamis, November 04, 2010

MODA TRANSPORTASI

Kalau kita bicara tentang kemacetan, dapat dipastikan akan berhubungan  dengan yang namanya MODA TRANSPORTASI. Ada beberapa moda transportasi yang kita ketahui yaitu :
  1. Angkutan jaman dulu seperti Delman;
  2. Sepeda;
  3. Motor;
  4. Mobil;
  5. Busway;
  6. Kereta Api.
Pengalaman penulis yang berkantor di daerah Kuningan Jakarta, dan bertempat tinggal diwilayah Depok. Beberapa gambar dan foto yang penulis sajikan diambil dari Internet, untuk itu penulis mohon maaf terlebih dahulu dari yang melakukan Up-load.  Kalau dilihat dari foto dibawah ini, kemacetan di Jakarta cukup parah, apalagi kalau cuaca hujan besar yang mengakibatkan banjir. Pemprov DKI telah melakukan beberapa KEBIJAKAN di SEKTOR TRANSPORTASI, akan tetapi dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diikuti dengan peningkatan jalan, pada akhirnya kemacetan tidak bisa dihindari. Satu lagi kebijakan yang dilakukan dengan Jalur 3-1( Baca Three in One), yang tidak diikuti dengan disiplin pengguna kendaraan roda empat atau lebih, dengan menyewa JOKI-JOKI atau mencoba mengelabui petugas dengan Boneka, pada akhirnya kebijakan ini kurang efektif untuk mengurangi kemacetan.
macet
  • SEPEDA
sepeda
Sebenarnya, angkutan sepeda layak digunakan, akan tetapi sampai saat ini jalur khusus untuk sepeda belum disediakan, pada akhirnya Penulis tidak menggunakan moda transportasi jenis ini. Hobby menggunakan sepeda tetap dilakukan di hari Libur atau yang namanya CAR FREEDAY.  Kesahatan jasmani tetap dijaga, karena kesibukan kerja di hari2 lain kadangkala lupa dengan OLAHRAGA.
  • MOTOR;
sepeda-motor
Moda transportasi jenis ini, telah penulis gunakan dengan beberapa pertimbangan. Motor YAMAHA, tahun pembuatan 2006, menjadi andalan angkutan untuk berangkat dan kembali kerumah dari Kantor. Waktu tempuh kurang lebih 1.5 Jam sekali jalan dari depok ke Kuningan Jakarta. Ongkos yang dikeluarkan dalam satu bulan untuk bahan bakar jenis PREMIUM sekitar 20 Liter selama sebulan diluar waktu libur di sabtu dan minggu, atau sekitar 20 x Rp. 5500/liter = Rp. 110.000,- .  Kalau ditambah dengan biaya servis dan cuci motor, biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp. 150.000/bulan. Resiko Hujan dan Celaka menjadi pertimbangan penulis, karena kadang kala cuaca tidak menentu dan disiplin di jalan kurang. Rute yang dilalui Jl. Juanda Depok-Jl.Margonda Raya-Jl.Lenteng Agung-Jl. Pasar Minggu-Jl. Saharjo-Jl.Rasuna Said.
  • MOBIL;
capv
Moda transportasi jenis ini, telah penulis gunakan dengan rute Jl.  Juanda-Jl.Margonda-Jl.Lenteng Agung-Jl.Mampang Prapatan-Jl.Rasuna Said. Waktu tempuh sekitar 2.5 jam. Macet yang sering ditemukan didaerah Jl.Lenteng agung dan Jl. Mampang Prapatan. Sebenarnya kemacetan di Jalan Lenteng Agung itu karena orang menyeberang jalan dari/menuju stasiun lenteng agung, akan tetapi imbasnya cukup membuat kemacetan sampai dengan perlintasan Universitas Pancasila. Kemacetan di wilayah tersebut memakan waktu sekitar 30 menit. Dan kemacetan berikutnya di Wilayah Mampang Prapatan, dimulai dari perempatan Pejaten sampai dengan Flyover mampang, dengan memakan waktu sekitar 1.5 jam. Kalau dihitung biaya kurang lebih dalam satu bulan mencapai Rp. 650.000,- (termasuk servis ringan dan Cuci).
  • BUSWAY,
busway-21
Moda transportasi jenis ini, kadang kala menjadi pilihan untuk transportasi ke Kantor dan Kembali ke rumah.  Rute yang dilalui adalah dari depok menggunakan angkutan perkotaan (angkot) dengan biaya Rp. 2500 ( Keterminal) dan Rp. 5000 (Terminal-Tj Barat) dan trus naik Ojek (Tj Barat-Halte Busway Pertanian) Rp. 7000,- . Dari Halte busway Pertanian, beli tiket Ro. 3500 untuk perjalanan menuju ke Kuningan.  Total biaya sekali perjalanan sekitar Rp. 2500 + Rp. 5000 + Rp. 7000 + Rp. 3500 = Rp. 18.000,- dan kalau dihitung pulang pergi 2 x Rp. 18.000 = Rp. 36.000,- dan kalau dihitung selama 25 hari kerja sebulan, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 25 x Rp. 36.000,- = Rp. 900.000,-. Seandainya Koridor Busway sudah lengkap, mungkin biaya tersebut bisa dipangkas, akan tetapi sampai saat ini Pemprov belum melanjutkannya karena masalah Ketersediaan BUS dan DANA.  Waktu tempuh mulai dari depok sampai dengan Halte Busway Pertanian sekitar 45 Menit dan Menggunakan Busway dari Halte Pertanian ke Kuningan yang sebelum dilakukan sterilisasi memakan waktu 1 Jam, sekarang dipangkas menjadi 35 menit. Waktu 35 menit itu bisa lebih cepat lagi seandainya tidak terjadi Antrian Penumpang di tiap2 halte. Mudah2an angkutan BUS bisa lebih ditambah sehingga HEADWAY bisa diperkecil.
halte-busway1

  • KERETA API  ( KRL=Kereta Rel Listrik)
krl-2
Moda transportasi jenis ini telah lama keberadaannya di wilayah JABODETABEK, akan tetapi sampai saat ini pembenahan kurang berjalan maksimal karena Payung Hukum yang ada belum bisa di Implementasikan. Dengan UU 23/2007 dan PP 56/2009 serta PP 72/2009,  sudah dipertegas Tugas dan Tanggung Jawab, serta pemisahan antara REGULATOR dan OPERATOR.  Jalur-jalur KRL yang ada Mulai dari BOGOR LINE, BEKASI LINE, SERPONG LINE, TANGGERANG LINE, dan LOOP LINE  serta CENTRAL LINE.  Rute yang dilalui adalah dengan menggunakan Motor dari rumah ke Stasiun Terdekat di Stasiun Pancasila dengan menitipkan motor dengan biaya Rp. 2000,- setelah itu bisa memilih Jenis KRL untuk tujuan Tanah Abang, mulai dari yang Ekonomi dengan Tarif Rp. 2500, - ,  KRL AC Ekonomi Rp. 5500,- dan KRL AC Express Rp. 9000,-. Turun di Stasiun Dukuh Atas (SUDIRMAN), dan melanjutkan naik Ojek Rp. 7000,- . Jadi kalau dihitung biaya yang dikeluarkan sbb :
KRL Ekonomi : Rp. 2500,- +  Rp. 7000,- = Rp. 11500,- /sekali jalan. Kalau pp menjadi 2 x Rp. 9.500 = Rp. 19.000,- + Rp. 2000,- (Sewa Penitipan Motor) = Rp. 21.000,- dan dalam waktu 25 hari kerja sekitar  Rp. 525.000,- dengan Waktu tempuh 1.5 Jam. Tapi masalahnya untuk ekonomi  penumpang penuh sesak dan kadangkala sampai dengan dua lantai ( alias diatas).
krl
KRL AC Ekonomi : Rp. 5500,-+ Rp. 7000,- = Rp. 12.500,-/sekali jalan. Kalau PulangPergi (pp) menjadi 2 x Rp. 12.500,- + Rp. 2000,- (Sewa Penitipan Motor)= Rp. 27.000,- dan dalam waktu 25 hari kerja sekitar Rp. 675.000,- dengan Waktu tempuh 1 Jam.
KRL AC Express :  Rp. 9000,- + Rp. 7000,- = Rp. 16.000/sekali jalan. Kalau pp menjadi 2 x Rp. 16.000,- + Rp. 2000,- (sewa penitipan motor) = Rp. 34.000,- dan dalam waktu 25 hari kerja sekitar Rp. 850.000,- dengan Waktu tempuh 40 menit.
Masalah utama Moda Transportasi jenis ini adalah KETEPATAN WAKTU dan KENYAMANAN, kadang kala tepat waktu dan lebih sering TIDAK TEPAT WAKTU. Di AC Ekonomi dengan jumlah penumpang yang cukup padat, AC yang berfungsi kurang maksimal, apalagi kalau ada gangguan AC, wah udara didalam dengan pintu dan jendela ditutup, tidak nyaman untuk bernapas. Begitu juga dengan AC Express, bedanya waktu tempuh lebih cepat jadi tidak terlalu masalah sekali. Nah yang menjadi titik kemacetan di semua lintas adalah Stasiun Manggarai, karena stasiun ini menjadi pertemuan antara KA Komuter dan KA Jarak Jauh. Seandainya bisa dipisahkan, bisa lebih cepat lagi waktu tempuh. Headway saat ini sekitar 7-10 Menit. Mudah2an dimasa mendatang dengan masuknya Operator Baru, akan ada Persaingan dalam Pelayanan dan Keselamatan, seperti halnya dengan Pesawat Udara. Ada maskapai Garuda, Lion, dll.

Untuk kesimpulan : SILAHKAN MENYIMPULKAN

Kamis, Oktober 21, 2010

PROGRESS JALUR GANDA


PROGRESS JALUR GANDA KERETA API DI PULAU JAWA

Salah satu moda transportasi yang ada saat ini di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa adalah Kereta Api.
Mulai jaman Penjajahan sampai saat ini, transportasi kereta api sangat di butuhkan sebagai sarana transportasi jarak jauh maupun jarak pendek atau kita sebut Long distance ( antar kota ) dan Commutter ( Perkotaan ).



Dengan dibentuknya Direktorat tersendiri di Departemen Perhubungan, diharapkan infrastruktur sebagai penunjang Prasarana dan Sarana kereta api, dapat ditingkatkan dan menunjukkan perkembangan yang berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Progress kemajuan mulai terlihat dengan disahkannya UU 23/2007 sebagai payung hukum untuk mewujudkan Sarana Kereta Api bisa lebih maju dan tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Dengan adanya undang undang tersebut diharapkan dengan terbentuknya  KM (Keputusan Menteri) dan PP (Peraturan Pemerintah) dalam tahun 2009/2010, roda perekonomian sebagai sektor riil dapat berkembang pesat di perkotaan maupun didaerah-daerah.

PT. KAI ( Kereta Api Indonesia ) yang selama ini berjuang dengan susah payah sebagai Operator dan Penanggung Jawab perawatan Prasarana dan Sarana untuk berlangsungnya operasi KA mulai dibenahi dengan profesionalisme yang tinggi dikalangan pegawai dan staffnya. Sosialisasi pemisahan antara Regulator dan Operator telah dilakukan, dengan terbentuknya beberapa Badan Usaha dibawah PT KAI sendiri maupun swasta seperti halnya PT Commuter, PT MRT, PT Railink dan diharapkan dimasa yang akan datang akan terbentuknya beberapa operator KA dari sektor swasta untuk mewujudkan Kereta Api yang lebih baik dari segi ketepatan waktu sampai tujuan dan kenyamanan pengguna.
Pembenahan dan peningkatan pembangunan prasarana dan sarana KA mulai dilakukan dibawah direktorat perkeretaapian dengan dibangunnya beberapa Jalur Ganda, pembangunan stasiun, flyover untuk menghilangkan perlintasan sebidang serta pengadaan sarana Locomotif dan Gerbong Penumpang serta yang tidak kalah pentingnya adalah tempat untuk perbaikan dan perawatan (Depo). Beberapa progress kemajuan pembangunan jalur ganda yang penulis ketahui sebagai berikut :
  1. Jalur ganda lintas bandung antara Cikampek – Purwakarta, Ciganea-Sukatani, Cisomang-Plered.
  2. Jalur ganda Tanah Abang Serpong di JABODETABEK.
  3. Jalur ganda lintas utara antara Cikampek-Cirebon.
  4. Jalur ganda lintas timur antara Yogyakarta- Solo.
  5. Jalur ganda lintas selatan antara Kutoarjo-Yogyakarta.
  6. Jalur ganda lintas selatan antara Patuguran-Purwokerto
  7. Jalur ganda lintas utara, sebagian antara Cirebon-Semarang.

Demikian progress pembangunan jalur ganda yang telah dilakukan, dan diharapkan jalur lainnya yang selama ini menjadi masalah keterlambatan KA sebagai jalur Tunggal bisa ditingkatkan menjadi jalur ganda seperti Serpong-Maja, Lintas Tangerang, Cirebon-Kroya, Kroya-Kutoarjo, dll. Diharapkan juga perlu adanya koordinasi antara pembangunan jalur ka dan jalan raya TOL, jangan sampai tumpang tindih sehingga jalur ka menjadi tidak bisa menjadi primadona lagi seperti halnya jalan to Cipularang yang membuat KA Parahyangan kurang peminat.  Ada satu hal lagi jangan sampai kita seperti pepatah ’HANYA BISA MEMBANGUN TETAPI KURANG BISA MERAWAT”. Hal ini bisa terlihat di beberapa stasiun JABODETABEK seperti Stasiun Cikini, Gondangdia, Depok baru dan stasiun-stasiun lainnya, dimana fasilitas yang telah dibangun dengan dana pinjaman menjadi kurang bermanfaat mulai dari peralatan elevator dan bangunan-bangunan yang kosong tanpa penghuni dan menjadi tempat-tempat yang tidak enak dipandang mata.
Bravo Kereta Api Indoensia.

Rabu, Oktober 20, 2010

INTRODUCTION and ABOUT ME




My Name is MS Syarif and I am 43 years old. I graduated with University's degree in an electrical faculty.

My History :
Mr. M.S.Syarif has been involved in the consulting services activity of railway development in Indonesia for more than 18 years. He has worked on the project construction supervision for Railway Jabotabek Project financed under foreign loan such as JIBC loan for Train Operation Control System project, French protocol loan for Construction and Erection Works on Serpong Line Track Improvement Project etc, with main task as signal engineer or inspector.
His accumulated experience and in-depth knowledge on the railway construction supervision, especially on this project, will be utilized to the benefit of the successful execution and completion of this project. Mr M.S.Syarif involved mainly in supervision of signalling system installation, termination and testing for several railway projects.

Key experience includes :wide and long experiences as signal engineer/supervisor for design review and construction supervision of railway infrastructure development, including following major projects :
  • Basic Design for Mass Rapid Transit , under JICA LOAN IP-546
  • Project Management and Supervision for Segment III, under JBIC LOAN IP-489,
  • Consulting Supervisory Services for Depok Depot Construction (Package A), Jabotabek Railway Project, under JBIC loan IP-490
  •  Project Management, Supervision and Training for the Jakarta-Bandung Corridor Development, under World Bank (IBRD) Programme
  • Consulting Engineering and Supervisory Services for the Train Operation Control System (TOCS), Jabotabek Railway Project, under JBIC Loan IP-391,
  • Project Management and Supervisory Services for the Installation Works of a Modern Railway Signalling System, Cirebon - Kroya – Yogyakarta (CKY) of South Java Line under Australian Government Loan,
  • Consulting Supervisory Services for Construction and Erection Works of Serpong Line Single Track Improvement (STI), Jabotabek Railway Project, under French Protocol Loan
Education and Training:
-          Graduated. Electrical Engineering, Indonesian of University, October 1992
-          Aspek Hukum Kontrak Konstruksi dan Pengenalan FIDIC , INKINDO, Jakarta, November 1993
-          Training for Optical Cable Splicing and Jointing, Westinghouse Brake and Signal (AUS), Purwokerto, August 1995
-          Training Individual and Integrated Testing for WESTRACE Electronic Interlocking system, Westinghouse Brake and Signal (AUS), April 1997
-          Advanced Management Workshop, PT Pembangunan Jaya, August 2004,

Experience Record :
1.     Consulting services for Mass Rapid Transit on Lebak bulus – Bundaran HI at Jakarta, under JICA loan 546;
2.   Consulting Supervisory services for Railway Double Tracking of Cikampek-Cirebon on Java North Line (II), Segment III, under JBIC loan IP-489;
3.     Cost Estimation and Budgeting Scheme for Implementation of Railway Double Tracking between Serpong and Maja;
4.     Consulting Supervisory Services for Depok Depot Construction (Package A), under JBIC loan IP-490;
5.     Preparation of Standardization for Signalling and Telecommunication system for Railway, IMO Study, under JBIC Loan IP-469;
7.     Train Operation Control System (TOCS), Jabotabek Railway Jabotabek, under JBIC Loan IP-391
8.   Project management, consulting Supervisory services for the Installation Works of Modern Railway Signalling System, West Java dan Central Java, under Australian Loan;
9.   Construction and Erection Works on the Serpong Line Single Track Improvement (STI), Jabotabek Railway Project, under French Protocol Loan
6.     Project Management, Supervision & Training for the Jakarta – Bandung Corridor Development, Railway Efficiency Project, under World Bank (IBRD) Programme;

Senin, Agustus 16, 2010

LEAKAGE COAXIAL CABLE SYSTEM


FUNGSI          :          
Digunakan sebagai media transmisi sinyal radio untuk :
  1. Komunikasi radio antara  KA dengan KA
  2. Komunikasi radio antara  KA dengan OCC
  3. Komunikasi radio antara Maintenance staff dengan portable wireless telephone dengan stasiun/OCC.
  4. Moving block/CBTC


LETAK            :
Pemasangan LCX  untuk lokasi, dimana sistim transmisi sinyal radio tidak kuat (radio coverage) seperti berikut :
1.      Dalam terowongan.
2.      Dalam ruangan.

PEMASANGAN
  1. Pemasangan LCX disepanjang sisi kiri dan kanan Track.
  2. Pemasangan LCK didalam ruangan stasiun bawah tanah untuk portable wireless telephone
  3. Jarak antara Kabel dengan Antena maksimum 1.5

PERSYARATAN OPERASI/ MATERIAL
  1. Kabel dilapisi dengan material jenis Low Smoke Zerro Halogen
  2. Nilai Impedance 50 atau 75 Ohms
  3. Dilengkapi dengan  kawat pendukung (support wire) yang mempunyai beban tarik yang diijinkan.
  4. Mempunyai lapisan tahan api
  5. Tahan terhadap polusi udara
  6. Tahan terhadap interference medan electrostatic dan medan elektromagnetik
  7. Nilai Coupling loss 50 db s/d 80 db

Sabtu, Agustus 14, 2010

MRT (Mass Rapid Transit ) Jakarta

Beberapa narasumber telah menyampaikan bahwa suatu saat Jakarta akan lumpuh. Apa yang lumpuh?, itu pertanyaan masyarakat awam yang kurang mengerti bahasa narasumber. Maksudnya adalah transportasi di Ibu kota Jakarta yang lambat laun akan lumpuh dikarenakan pertumbuhan kendaraan bermotor roda dua dan empat yang sangat pesat sehingga memungkinkan setiap orang untuk menggunakan moda transportasi tersebut untuk keperluan usaha, pekerjaan dll. Berbagai usaha telah dilakukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, mulai dengan Jalur 3-1 (bacanya: Tree in One), Busway, Monorail (Tertunda karena pendanaan), sampai dengan rencana membangun MRT ( Mass Rapid Transit) seperti di negara tetangga. Telah diinformasikan Proyek MRT akan segera dimulai, dan memang Pemprov DKI telah menepati janjinya walaupun tertunda karena di luar kebijakannya untuk mempercepat pendanaannya. Melalui pendanaan dari JAPAN BANK OF INTERNATIONAL COORPORATION (JBIC) sekarang disebut JICA, proyek tersebut akhirnya dapat dimulai di akhir tahun 2009 untuk pembuatan Basic Design ( Disain dasar )dengan jalur Lebak Bulus sampai dengan Bunderan HI sepanjang 15,5 Kilometer dengan memiliki 7(tujuh) stasiun layang dan 6(enam) stasiun bawah tanah (Subway). Masyarakat sangat antusias menyambutnya dengan syarat Harga Tiket yang kompetitif dan terjangkau serta pelayanan yang memuaskan. Masalah pelayanan yang sangat disorot seperti halnya dengan moda transportasi yang sudah ada seperti Kereta Api Komuter yang sering kali terlambat akibat terjadinya gangguan teknis, Busway yang sudah mulai disterilisasi akan tetapi dengan jumlah armada yang kurang pada akhirnya terjadinya penumpukan penumpang di tiap halte/terminal dan akhirnya keterlambatan ketempat tujuan akan terjadi. jadi kapan MRT dapat digunakan?, ternyata masih lama juga MRT di Jakarta dapat beroperasi, sesuai dengan hitungan proyek sekitar tahun 2016. Masih lama juga ya?, apakah Jakarta sudah lumpuh?. Pemprov segera mengantisipasi masalah persebut dengan mempercepat proses basic desain dan dilanjutkan proses lelang konstruksi sehingga diharapkan sebelum tahun 2016 bisa segera beroperasi. Mengutif sumber berita Harian Kompas tanggal 14 Agustus 2010 "Penyusunan rencana teknis detail yang seharusnya selesai awal Januari 2011 dipercepat menjadi akhir Oktober 2010. Proses konstruksi juga akan dimulai dua bulan lebih awal, yaitu pada November 2011".

Kamis, Mei 27, 2010

PROGRESS JALUR GANDA DI PULAU JAWA



Salah satu moda transportasi yang ada saat ini di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa adalah Kereta Api.
Mulai jaman Penjajahan sampai saat ini, transportasi kereta api sangat di butuhkan sebagai sarana transportasi jarak jauh maupun jarak pendek atau kita sebut Long distance ( antar kota ) dan Commutter ( Perkotaan ).



Dengan dibentuknya Direktorat tersendiri di Departemen Perhubungan, diharapkan infrastruktur sebagai penunjang Prasarana dan Sarana kereta api, dapat ditingkatkan dan menunjukkan perkembangan yang berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Progress kemajuan mulai terlihat dengan disahkannya UU 23/2007 sebagai payung hukum untuk mewujudkan Sarana Kereta Api bisa lebih maju dan tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Dengan adanya undang undang tersebut diharapkan dengan terbentuknya  KM (Keputusan Menteri) dan PP (Peraturan Pemerintah) dalam tahun 2009/2010, roda perekonomian sebagai sektor riil dapat berkembang pesat di perkotaan maupun didaerah-daerah.

PT. KAI ( Kereta Api Indonesia ) yang selama ini berjuang dengan susah payah sebagai Operator dan Penanggung Jawab perawatan Prasarana dan Sarana untuk berlangsungnya operasi KA mulai dibenahi dengan profesionalisme yang tinggi dikalangan pegawai dan staffnya. Sosialisasi pemisahan antara Regulator dan Operator telah dilakukan, dengan terbentuknya beberapa Badan Usaha dibawah PT KAI sendiri maupun swasta seperti halnya PT Commuter, PT MRT, PT Railink dan diharapkan dimasa yang akan datang akan terbentuknya beberapa operator KA dari sektor swasta untuk mewujudkan Kereta Api yang lebih baik dari segi ketepatan waktu sampai tujuan dan kenyamanan pengguna.
Pembenahan dan peningkatan pembangunan prasarana dan sarana KA mulai dilakukan dibawah direktorat perkeretaapian dengan dibangunnya beberapa Jalur Ganda, pembangunan stasiun, flyover untuk menghilangkan perlintasan sebidang serta pengadaan sarana Locomotif dan Gerbong Penumpang serta yang tidak kalah pentingnya adalah tempat untuk perbaikan dan perawatan (Depo). Beberapa progress kemajuan pembangunan jalur ganda yang penulis ketahui sebagai berikut :
  1. Jalur ganda lintas bandung antara Cikampek – Purwakarta, Ciganea-Sukatani, Cisomang-Plered.
  2. Jalur ganda Tanah Abang Serpong di JABODETABEK.
  3. Jalur ganda lintas utara antara Cikampek-Cirebon.
  4. Jalur ganda lintas timur antara Yogyakarta- Solo.
  5. Jalur ganda lintas selatan antara Kutoarjo-Yogyakarta.
  6. Jalur ganda lintas selatan antara Patuguran-Purwokerto
  7. Jalur ganda lintas utara, sebagian antara Cirebon-Semarang.

Demikian progress pembangunan jalur ganda yang telah dilakukan, dan diharapkan jalur lainnya yang selama ini menjadi masalah keterlambatan KA sebagai jalur Tunggal bisa ditingkatkan menjadi jalur ganda seperti Serpong-Maja, Lintas Tangerang, Cirebon-Kroya, Kroya-Kutoarjo, dll. Diharapkan juga perlu adanya koordinasi antara pembangunan jalur ka dan jalan raya TOL, jangan sampai tumpang tindih sehingga jalur ka menjadi tidak bisa menjadi primadona lagi seperti halnya jalan to Cipularang yang membuat KA Parahyangan kurang peminat.  Ada satu hal lagi jangan sampai kita seperti pepatah ’HANYA BISA MEMBANGUN TETAPI KURANG BISA MERAWAT”. Hal ini bisa terlihat di beberapa stasiun JABODETABEK seperti Stasiun Cikini, Gondangdia, Depok baru dan stasiun-stasiun lainnya, dimana fasilitas yang telah dibangun dengan dana pinjaman menjadi kurang bermanfaat mulai dari peralatan elevator dan bangunan-bangunan yang kosong tanpa penghuni dan menjadi tempat-tempat yang tidak enak dipandang mata.
Bravo Kereta Api Indoensia.

PEMBANGUNAN JALUR GANDA ANTARA STASIUN PURWOKERTO-STASIUN KROYA.

Revitalisasi pekeretaapian merupakan program yang dicanangkan sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat...