Tampilkan postingan dengan label TRANSPORTATION (Transportasi). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TRANSPORTATION (Transportasi). Tampilkan semua postingan

Senin, November 08, 2010

TETRA IN INDONESIA

image0021
TETRA moving forward in Indonesia, Jakarta
8th November 2010 in Intercontinental Jakarta Mid Plaza, Indonesia
Agenda Seminar dan Kongres yang dilakukan pada hari Senin, tgl 8 November 2010 sebagai berikut :
1.    Pembukaan
Yang dilakukan oleh CEO, The TETRA Asoociation, Mr. Phil Kidner admin@tetra-association.com
  • "TETRA News is designed to give you a brief update of what is currently happening in the TETRA world", TETRA is now deployed in over 114 countries so we cannot include everything. You can always find out further information by visiting our website at http://www.tetra-association.com/.
2.Seminar kesatu :
 A TETRA update, yang disampaikan oleh Mr. Roger Dowling;
3.  Seminar kedua :
The architecture of a true IP mission critical TETRA system, yang disampaikan oleh Mr. Oliver Werning;
4.  Seminar ketiga :
Ensuring a safe and effective Metro Rail Operation : How TETRA can help?, yang disampaikan oleh Mr.    Oka   Putra.
5. Seminar keempat :
Advantage of a Distributed Soft Switch TETRA network architecture, yang disampaikan oleh Mr. Animesh Basu;
6. Seminar kelima :
Optimising TETRA for SCADA and Telemetry, yang disampaikan oleh Mr. Michael Piciorgros;
7. Seminar keenam :
TETRA data applications, yang disampaikan oleh Mr. Tuomas Korpilahti;
8. Seminar ketujuh :
Integration of TETRA with complementary technologies, yang disampaikan oleh Mr. Peter Clemons;
9. Seminar kedelapan :
Broadband features on a TETRA PMR network, yang disampaikan oleh Mr. Sebastian Sabatier;
10. Penutupan dan Exhibition, tentang TETRA in Indonesia.

Kamis, November 04, 2010

MODA TRANSPORTASI

Kalau kita bicara tentang kemacetan, dapat dipastikan akan berhubungan  dengan yang namanya MODA TRANSPORTASI. Ada beberapa moda transportasi yang kita ketahui yaitu :
  1. Angkutan jaman dulu seperti Delman;
  2. Sepeda;
  3. Motor;
  4. Mobil;
  5. Busway;
  6. Kereta Api.
Pengalaman penulis yang berkantor di daerah Kuningan Jakarta, dan bertempat tinggal diwilayah Depok. Beberapa gambar dan foto yang penulis sajikan diambil dari Internet, untuk itu penulis mohon maaf terlebih dahulu dari yang melakukan Up-load.  Kalau dilihat dari foto dibawah ini, kemacetan di Jakarta cukup parah, apalagi kalau cuaca hujan besar yang mengakibatkan banjir. Pemprov DKI telah melakukan beberapa KEBIJAKAN di SEKTOR TRANSPORTASI, akan tetapi dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diikuti dengan peningkatan jalan, pada akhirnya kemacetan tidak bisa dihindari. Satu lagi kebijakan yang dilakukan dengan Jalur 3-1( Baca Three in One), yang tidak diikuti dengan disiplin pengguna kendaraan roda empat atau lebih, dengan menyewa JOKI-JOKI atau mencoba mengelabui petugas dengan Boneka, pada akhirnya kebijakan ini kurang efektif untuk mengurangi kemacetan.
macet
  • SEPEDA
sepeda
Sebenarnya, angkutan sepeda layak digunakan, akan tetapi sampai saat ini jalur khusus untuk sepeda belum disediakan, pada akhirnya Penulis tidak menggunakan moda transportasi jenis ini. Hobby menggunakan sepeda tetap dilakukan di hari Libur atau yang namanya CAR FREEDAY.  Kesahatan jasmani tetap dijaga, karena kesibukan kerja di hari2 lain kadangkala lupa dengan OLAHRAGA.
  • MOTOR;
sepeda-motor
Moda transportasi jenis ini, telah penulis gunakan dengan beberapa pertimbangan. Motor YAMAHA, tahun pembuatan 2006, menjadi andalan angkutan untuk berangkat dan kembali kerumah dari Kantor. Waktu tempuh kurang lebih 1.5 Jam sekali jalan dari depok ke Kuningan Jakarta. Ongkos yang dikeluarkan dalam satu bulan untuk bahan bakar jenis PREMIUM sekitar 20 Liter selama sebulan diluar waktu libur di sabtu dan minggu, atau sekitar 20 x Rp. 5500/liter = Rp. 110.000,- .  Kalau ditambah dengan biaya servis dan cuci motor, biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp. 150.000/bulan. Resiko Hujan dan Celaka menjadi pertimbangan penulis, karena kadang kala cuaca tidak menentu dan disiplin di jalan kurang. Rute yang dilalui Jl. Juanda Depok-Jl.Margonda Raya-Jl.Lenteng Agung-Jl. Pasar Minggu-Jl. Saharjo-Jl.Rasuna Said.
  • MOBIL;
capv
Moda transportasi jenis ini, telah penulis gunakan dengan rute Jl.  Juanda-Jl.Margonda-Jl.Lenteng Agung-Jl.Mampang Prapatan-Jl.Rasuna Said. Waktu tempuh sekitar 2.5 jam. Macet yang sering ditemukan didaerah Jl.Lenteng agung dan Jl. Mampang Prapatan. Sebenarnya kemacetan di Jalan Lenteng Agung itu karena orang menyeberang jalan dari/menuju stasiun lenteng agung, akan tetapi imbasnya cukup membuat kemacetan sampai dengan perlintasan Universitas Pancasila. Kemacetan di wilayah tersebut memakan waktu sekitar 30 menit. Dan kemacetan berikutnya di Wilayah Mampang Prapatan, dimulai dari perempatan Pejaten sampai dengan Flyover mampang, dengan memakan waktu sekitar 1.5 jam. Kalau dihitung biaya kurang lebih dalam satu bulan mencapai Rp. 650.000,- (termasuk servis ringan dan Cuci).
  • BUSWAY,
busway-21
Moda transportasi jenis ini, kadang kala menjadi pilihan untuk transportasi ke Kantor dan Kembali ke rumah.  Rute yang dilalui adalah dari depok menggunakan angkutan perkotaan (angkot) dengan biaya Rp. 2500 ( Keterminal) dan Rp. 5000 (Terminal-Tj Barat) dan trus naik Ojek (Tj Barat-Halte Busway Pertanian) Rp. 7000,- . Dari Halte busway Pertanian, beli tiket Ro. 3500 untuk perjalanan menuju ke Kuningan.  Total biaya sekali perjalanan sekitar Rp. 2500 + Rp. 5000 + Rp. 7000 + Rp. 3500 = Rp. 18.000,- dan kalau dihitung pulang pergi 2 x Rp. 18.000 = Rp. 36.000,- dan kalau dihitung selama 25 hari kerja sebulan, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 25 x Rp. 36.000,- = Rp. 900.000,-. Seandainya Koridor Busway sudah lengkap, mungkin biaya tersebut bisa dipangkas, akan tetapi sampai saat ini Pemprov belum melanjutkannya karena masalah Ketersediaan BUS dan DANA.  Waktu tempuh mulai dari depok sampai dengan Halte Busway Pertanian sekitar 45 Menit dan Menggunakan Busway dari Halte Pertanian ke Kuningan yang sebelum dilakukan sterilisasi memakan waktu 1 Jam, sekarang dipangkas menjadi 35 menit. Waktu 35 menit itu bisa lebih cepat lagi seandainya tidak terjadi Antrian Penumpang di tiap2 halte. Mudah2an angkutan BUS bisa lebih ditambah sehingga HEADWAY bisa diperkecil.
halte-busway1

  • KERETA API  ( KRL=Kereta Rel Listrik)
krl-2
Moda transportasi jenis ini telah lama keberadaannya di wilayah JABODETABEK, akan tetapi sampai saat ini pembenahan kurang berjalan maksimal karena Payung Hukum yang ada belum bisa di Implementasikan. Dengan UU 23/2007 dan PP 56/2009 serta PP 72/2009,  sudah dipertegas Tugas dan Tanggung Jawab, serta pemisahan antara REGULATOR dan OPERATOR.  Jalur-jalur KRL yang ada Mulai dari BOGOR LINE, BEKASI LINE, SERPONG LINE, TANGGERANG LINE, dan LOOP LINE  serta CENTRAL LINE.  Rute yang dilalui adalah dengan menggunakan Motor dari rumah ke Stasiun Terdekat di Stasiun Pancasila dengan menitipkan motor dengan biaya Rp. 2000,- setelah itu bisa memilih Jenis KRL untuk tujuan Tanah Abang, mulai dari yang Ekonomi dengan Tarif Rp. 2500, - ,  KRL AC Ekonomi Rp. 5500,- dan KRL AC Express Rp. 9000,-. Turun di Stasiun Dukuh Atas (SUDIRMAN), dan melanjutkan naik Ojek Rp. 7000,- . Jadi kalau dihitung biaya yang dikeluarkan sbb :
KRL Ekonomi : Rp. 2500,- +  Rp. 7000,- = Rp. 11500,- /sekali jalan. Kalau pp menjadi 2 x Rp. 9.500 = Rp. 19.000,- + Rp. 2000,- (Sewa Penitipan Motor) = Rp. 21.000,- dan dalam waktu 25 hari kerja sekitar  Rp. 525.000,- dengan Waktu tempuh 1.5 Jam. Tapi masalahnya untuk ekonomi  penumpang penuh sesak dan kadangkala sampai dengan dua lantai ( alias diatas).
krl
KRL AC Ekonomi : Rp. 5500,-+ Rp. 7000,- = Rp. 12.500,-/sekali jalan. Kalau PulangPergi (pp) menjadi 2 x Rp. 12.500,- + Rp. 2000,- (Sewa Penitipan Motor)= Rp. 27.000,- dan dalam waktu 25 hari kerja sekitar Rp. 675.000,- dengan Waktu tempuh 1 Jam.
KRL AC Express :  Rp. 9000,- + Rp. 7000,- = Rp. 16.000/sekali jalan. Kalau pp menjadi 2 x Rp. 16.000,- + Rp. 2000,- (sewa penitipan motor) = Rp. 34.000,- dan dalam waktu 25 hari kerja sekitar Rp. 850.000,- dengan Waktu tempuh 40 menit.
Masalah utama Moda Transportasi jenis ini adalah KETEPATAN WAKTU dan KENYAMANAN, kadang kala tepat waktu dan lebih sering TIDAK TEPAT WAKTU. Di AC Ekonomi dengan jumlah penumpang yang cukup padat, AC yang berfungsi kurang maksimal, apalagi kalau ada gangguan AC, wah udara didalam dengan pintu dan jendela ditutup, tidak nyaman untuk bernapas. Begitu juga dengan AC Express, bedanya waktu tempuh lebih cepat jadi tidak terlalu masalah sekali. Nah yang menjadi titik kemacetan di semua lintas adalah Stasiun Manggarai, karena stasiun ini menjadi pertemuan antara KA Komuter dan KA Jarak Jauh. Seandainya bisa dipisahkan, bisa lebih cepat lagi waktu tempuh. Headway saat ini sekitar 7-10 Menit. Mudah2an dimasa mendatang dengan masuknya Operator Baru, akan ada Persaingan dalam Pelayanan dan Keselamatan, seperti halnya dengan Pesawat Udara. Ada maskapai Garuda, Lion, dll.

Untuk kesimpulan : SILAHKAN MENYIMPULKAN

Kamis, April 22, 2010

COMMUTER SURVEY

Perekonomian sebagai manajer proyek dan staf pendukung dari Kemenko Bidang Perekonomian, Bappenas, Kementrian Perhubungan, Kementrian Pekerjaan Umum, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, BPPT, dan pemerintah Kabupaten/Kota di Jabodetabek. Pihak Jepang menugaskan dua ahli yang ditugaskan secara jangka panjang diketuai oleh Mr. Keigo Hamada dan dua belas ahli yang ditugaskan secara jangka pendek dari Oriental Consultant Company Limited dan Almec Corporation.


Dalam program kerjasama teknis JUTPI dilakukan kegiatan yaitu antara lain peningkatan kemampuan teknis terkait dengan perencanaan transportasi melalui alih pengetahuan dan teknologi kepada pihak pemerintah pusat dan daerah termasuk konsultan lokal, pengumpulan data transportasi dan kelembagaan pemerintah pusat dan daerah, pembaharuan data SITRAMP termasuk pelaksanaan survey transportasi, penyusunan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek, pembentukan Badan Pelaksana Kebijakan Transportasi Perkotaan Terpadu untuk wilayah Jabodetabek, dan pelaksanaan pilot project.

Survey transportasi untuk keperluan pembaharuan data yang akan dilakukan dalam JUTPI terdiri dari empat survey yaitu commuter survey, person tracking survey, vehicle tracking survey dan transportation equity survey. Commuter survey merupakan survey yang utama dengan melibatkan 180.000 rumah tangga dengan asumsi rata-rata terdapat empat anggota keluarga dalam setiap rumah tangga atau 3% dari jumlah penduduk Jabodetabek dan diperkirakan akan melibatkan 1.800 pelaksana survey lapangan. Dalam kegiatan survey ini diharapkan adanya kerjasama dari seluruh pihak terutama pemerintah kota/kabupaten untuk dapat memberikan ijin pelaksanaan survey beserta data-data yang dibutuhkan guna kelancaran survey. Data-data yang dihasilkan dari survey tidak hanya digunakan untuk perencanaan rencana induk transportasi tetapi juga perencanaan-perencanaan lain dalam wilayah Jabodetabek.

Rabu, Februari 03, 2010

KRL - KERETA API LISTRIK

Sering kali kita membaca di Surat Kabar dan mendengar di Berita, baik radio maupun media televisi tentang keluhan sarana kereta api, khususnya di wilayah Jabodetabek. Transportasi yang sangat dibutuhkan semua kalangan untuk berangkat dan pulang dari rumah ke tempat kerja dan tempat-tempat lainnya. Di jabodetabek transportasi yang digunakan adalah kereta api jenis KRL untuk jenis Commuter ( angkutan masal dalam kota ) bukan Jarak Jauh ( Long Distance). Kalau dibandingkan dengan sarana transportasi lainnya, sarana KRL jauh lebih murah. Kita coba utak atik hitungan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan setiap orang untuk setiap bulannya.
Kendaraan Pribadi Roda Empat : Untuk menggunakan sarana ini di dalam kota Jakarta, harus siap dengan kemacetan dan keterlambatan sehingga tidak jarang jalur Busway dilalui juga untuk mengurangi keterlambatan waktu sampai tempat tujuan. Untungnya menggunakan Jalur busway masih belum dikenai TILANG, walaupun ada Rambu DILARANG DI LALUI SELAIN BUSWAY!!!!. Hitungan biaya, kalau isi bahan bakar kurang lebih dalam sehari membutuhkan biaya bahan bakar sebesar Rp. 25.000,- jadi sebulan 25 hari x Rp. 25.000,- = Rp. 625.000,-. dan ditambah cicilan kredit mobil dan parkir kurang lebih Rp. 5 juta, jadi total Rp. 5.625.000,-
Kendaraan Pribadi Roda Dua : Sarana transportasi ini lebih bisa diandalkan untuk mencapai tempat tujuan, walaupun dengan resiko kecelakaan yang lebih tinggi, mungkin mencontoh Motor GP untuk keahliannya bermanuver masuk ke kiri dan kanan Kendaraan Roda Empat Lainnya. Harapannya Jangan Hujan. Biaya yang dibutuhkan untuk bahan bakar Rp. 12.000/2 hari, jadi sebulan 25 hari x Rp. 12.000/2 = Rp. 150.000,- dan ditambah cicilan kredit motor dan parkir kurang lebih Rp. 350,000,-, jadi total Rp. 500.000,-
Kendaraan Umum Bis : Untuk mendapatkan kenyamanan selama perjalanan tidak mungkin, walaupun itu jenis AC. Penumpang yang penuh sesak didalam Bis kota mengakibatkan fungsi AC tidak berfungsi dengan baik. Tariff AC sekitar Rp. 6000,- sekali jalan, jadi sebulan 25 hari x Rp. 6000,- x 2 u PP = Rp. 300.000,- .
Kendaraan Umum Busway : Dikarenakan semua koridor belum difungsikan dan diselesaikan dari rencana 15 koridor, maka untuk integrated belum bisa terwujud, sehingga masih dibutuhkan angkutan lainnya untuk mencapai terminal2 pemberangkatan dari kota2 sekitar Jakarta. Yang perlu dibenahi adalah prasarana jalur Busway, harus steril dari kendaraan lainnya untuk mendapatkan Headway yang diharapkan. Saat ini beberapa Koridor masih belum bisa ditegaskan untuk penggunaan Jalur Busway oleh kendaraan lainnya. Waktu tempuh jadi bertambah dan akhirnya sebagian pengguna beralih ke Sarana Transportasi lainnya. Untuk biaya cukup murah dengan Tariff Rp. 3500,- x 2 u PP. Hitungan sebulan 25 x Rp. 3500,- x 2 = Rp. 175.000,-








Kendaraan Kereta Api KRL :
Dengan kondisi dan jumlah armada KRL yang ada dan jumlah penumpang, tidak seimbang mengakibatkan setiap rangkaian penuh sesak dan sampai ada yang dengan resiko naik ke Atap Gerbong, tanpa memperhatikan bahaya yang mengintai dengan Tegangan Listrik 1500 Vdc. Akibatnya KRL sering kali mengalami kerusakan. Secara Teknis :
  • berat gerbong + motor traksi adalah 28 Ton.
  • berat gerbong tanpa motor adalah 24 ton.
  • berat penumpang maksimum 20 ton. Jadi total berat KRL plus penumpang sekitar 50 ton.
  • Beban yang dapat ditanggung Roda Gandar adalah 14 ton/roda sehingga total 4 roda x 14 ton = 64 ton.
Dengan kondisi itu beban yang ditanggung roda masih mencukupi. Akan tetapi yang perlu diperhatikan diperhatikan adalah Pantograph dan Contact Wire. Sering kali terjadi bunga api atau Spark dikarenakan adanya rongga antara Contact wire dan pantograph karena stabilitas jalan yang kurang tamping dan penuhnya penumpang, akibatnya motor traksi terjadi tegangan kejut dan pada akhirnya mengalami kerusakan.
Untuk biaya sangat kompetitif yaitu : Tariff Ekonomi Rp. 3500, AC Ekonomi Rp. 6500 dan AC Rp. 11.000, sehingga total sebulan sebagai berikut :
KRL Ekonomi ; 25 hari x 2 u PP x Rp. 3500,- = Rp. 175.000,-
KRL Ekonomi AC : 25 hari x 2 u PP x Rp. 6500,- = Rp. 325.000,-
KRL AC : 25 hari x 2 u PP x Rp. 11.000,- = Rp. 550.000,-
Demikian perbandingan kasar yang coba penulis lakukan, tidak ada maksud menjelekan sarana Transportasi yang ada. Mudah2 ini sangat berguna untuk Study Transportasi Dalam Kota.




Kamis, Oktober 15, 2009

SISTIM TRANSPORTASI MASSAL PERKOTAAN

SISTIM TRANSPORTASI MASSAL PERKOTAAN
Ada beberapa jenis transportasi massal perkotaan ataupun tempat-tempat pariwisata serta property besar untuk menghubungkan cluster ke cluster ataupun untuk kantor ke kantor yang mempunyai kesibukan tinggi. Angkutan massal dalam kota tidak memerlukan kecepatan tinggi seperti halnya di Jepang dan Jerman (High Speed train), yang terpenting adalah ketepatan waktu, kenyamanan, keteraturan dan ketersediaan sarana seperti :
1. Busway
2. Waterway
3. Tram way
4. Kereta ringan (Light rail)
5. Monorail/Aeromovel
6. Mass Rapid Transit (MRT)
7. Kereta Api dalam kota (Commuter Train).

Bus-way :
Angkutan bus-way telah diterapkan dibeberapa Negara, salah satunya di Indonesia yaitu koridor 1 s/d 10. Angkutan ini memerlukan prasarana jalan aspal/beton yang khusus dan tidak bersinggungan dengan prasarana angkutan lainnya serta stasiun pemberhentian/pemberangkatan untuk menunjang turun dan naiknya penumpang. Kapasitas Angkut terbatas serta memerlukan bahan bakar seperti Bensin/Gas/dll.
image001

image002

image003

Angkutan bus-way ini akan effektif apabila sarana bus lebih banyak dengan perhitungan jumlah pemakai angkutan ini (penumpang) serta ketegasan peraturan untuk memberikan sanksi apabila pengguna jalan lain menggunakan prasarana jalan yang diperuntukkan bus-way.

Water-way :
Angkutan massal ini telah diterapkan di negara-negara yang sebagian besar terdapat sungai-sungai yang melintas dalam kota. Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah diterapkan di Pulau Kalimantan, Sumatra dan Irian Jaya. Di Jakarta telah di uji coba di Banjir kanal barat antara Manggarai dan Dukuh Atas. Prasarana menggunakan sungai dan Sarana menggunakan kapal-kapal motor dengan bahan bakar solar/bensin/dll. Untuk naik dan turunya penumpang di perlukan stasiun yang berada disisi sungai. Kapasitas angkut terbatas. Di Jakarta apabila sungai-sungai yang melintas di dalam kota dirawat kebersihan di kiri dan kanan sungai dari penghuni liar, sebenarnya angkutan ini dapat diterapkan.
image004

image005

Tram way
Angkutan massal ini tidak berbeda jauh dengan bus-way, hanya prasarana menggunakan jalan rail dan penggerak motor tram menggunakan listrik. Di Jakarta dan kota-kota lainnya telah diterapkan di jaman dulu, tetapi karena perencanaan dalam kota yang tidak memperhitungkan lebih jauh untuk kemacetan dan ketersediaan bahan bakar pada akhirnya angkutan ini hilang dengan sendirinya. Dahulu penggunaan tram sangat membantu untuk mobilitas penduduk dengan tidak menimbulkan polusi udara.
image006

image007

Angkutan ini memerlukan penggerak motor traksi daya kecil dengan menggunakan pantograph yang terhubung dengan overhead contact wire (Kabel Aliran Atas).

Kereta Ringan(Light Rail) :
Dengan berkembangnya penduduk dalam kota yang memerlukan mobilitas yang tinggi, dan memperhitungakan daya angkut serta tingkat polusi, pada akhirnya beberapa negara menerapkan angkutan jenis ini. Angkutan ini adalah pengembangan dari tramway, hanya dengan meningkatkan daya angkut yang besar. Prasarana juga menggunakan jalan rail dan Sarana memerlukan motor traksi dengan daya menengah dan terhubungan dengan pantograph yang terhubung dengan overhead contact wire (Kabel Aliran Atas).
image008

image009

Monorail/Aeromovel :
Sama halnya dengan Light Rail, perbedaannya hanya angkutan jenis ini menggunakan prasarana elevated (jalur atas). Sungguh sayang di Jakarta yang sudah mau diterapkan jalur blue line dan green line, pada akhirnya tertunda karena perencanaan pembiayaan yang kurang didukung oleh semua pihak. Tiang tiang penyangga yang sudah dibangun dengan biaya tinggi, terlihat hanya sebagai hiasan kota.
image010

image011

Angkutan ini sangat dibutuhkan untuk mobilitas penduduk serta mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi dalam kota. Daya angkut yang besar seperti halnya dengan Light Rail. Biaya konstruksi khususnya untuk prasarana elevated yang lebih mahal dibanding dengan light rail serta stasiun-stasiun yang memerlukan anak tangga ataupun elevator/lift.
Taman Mini Indonesia Indah, telah menerapkan prototype monorail yang kita sebut dengan aeromovel untuk fasilitas pariwisata. Prasarana menggunakan jalan rail dan motor penggerak dengan daya menengah.
Mass Rapid Transit (MRT)
Transportasi Cepat Massal (Inggris: Mass Rapid Transit, disingkat MRT) adalah sistem angkutan cepat berbentuk jalan rel dan menggunakan motor penggerak dengan daya besar. Sistem transportasi umum ini sangat populer di Singapura, Manila, Malaysia serta di negara-negara besar lainnya. Transportasi ini adalah pengembangan dari sistim transportasi monorail, dengan daya angkut yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi serta tidak menimbulkan polusi udara. Kecepatan dan Daya angkut berbanding lurus dengan penggunaan motor penggerak yang juga memerlukan daya yang lebih besar. Di Jakarta sendiri sebenarnya sudah diterapkan angkutan jenis ini, kita bisa lihat antara stasiun Manggarai sampai dengan Kota, semua prasarana elevated(jalur atas). Hanya namanya berbeda bukan MRT tetapi KA Jabotabek. Secara umum dari kriteria disain adalah sama. Rencana Pemprov DKI dengan Departemen Perhubungan akan menerapkan transportasi ini mulai Lebak Bulus sampai dengan Dukuh Atas, dan Dilanjutkan dengan koridor berikutnya Dukuh Atas sampai dengan Stasiun Kota. Dan mungkin akan dikembangkan ke koridor lainnya yaitu ke Bekasi dan Tangerang.
image012

image013

Prasarana Jalan rail angkutan ini, untuk lahan-lahan yang sudah sempit dan sudah ada beberapa bangunan gedung, diterapkan jalur atas (elevated) untuk mengurangi biaya tinggi. Sedangkan untuk lahan yang tidak bermasalah, menggunakan bawah tanah yang biasanya kita menyebutnya terowongan (tunnel) dengan sistim keamanan(safety) yang baik. Biaya pembangunan lebih mahal dibanding dengan monorail.

Kereta Api dalam kota (Commuter Train).
Transportasi ini sudah diterapkan di Jakarta, khususnya koridor Bogor line, Bekasi Line, Serpong Line, Tangerang line dan Loop line. Seperti halnya MRT/Light Rail/Monorail, prasarana menggunakan jalan rail dan motor penggerak dengan daya besar. Daya angkut yang besar serta kecepatan maksimum 120 km/jam. Yang perlu diperbaiki untuk transportasi KA Jabotabek adalah masalah ketersediaan Sarana sehingga dengan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas berakibat kenyamanan, ketepatan waktu terganggu. Stasiun stasiun yang kurang steril dari penumpang penumpang yang tidak memiliki ticket juga mengakibatkan transportasi ini kurang maksimal untuk menjadi transportasi alternative penumpang kendaraan roda dua ataupun roda empat.
image014

image015

Demikian ulasan beberapa angkutan missal dalam kota, untuk jenis Light rail, Monorail, MRT, Commuter memerlukan prasarana khusus dari jenis jalan rail dan komponen pendukungnya serta prasarana lainnya seperti sistim komunikasi, sistim signal dll. Dalam ulasan berikutnya penulis akan mempublikasikan sistim sistim pendukungnya.

Rabu, Agustus 19, 2009

Sterilisasi Jalur Busway


Rencana pemda DKI yang akan melakukan sterilisasi jalur busway, akan kita dukung untuk mewujudkan suatu transportasi yang murah, cepat dan aman, khususnya untuk jalur-jalur busway yang sudah dioperasikan. Sudah seharusnya pengendara selain busway mau mengerti dengan keberadaan program ini, bukannya menunggu ditindak baru mau mengerti. Warga Jakarta dan sekitarnya sangat membutuhkan transportasi Cepat, Murah dan Aman, seperti busway. Khususnya para pekerja dan pelajar yang berpacu dengan waktu dan biaya untuk sampai ketempat tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimana untuk jalur busway koridor yang belum beroperasi?. dan Bagaimana untuk koridor lanjutan, supaya lebih sempurna semua koridor tersambung. Mudah2an Pemda DKI dan Pemda sekitarnya segera mewujudkan koridor lainnya, terutama untuk feeder dari wilayah sekitarnya bisa terjangkau.

PEMBANGUNAN JALUR GANDA ANTARA STASIUN PURWOKERTO-STASIUN KROYA.

Revitalisasi pekeretaapian merupakan program yang dicanangkan sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat...